Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Kenapa Anak Harus Menang?

Gambar
Saya menempatkan masker memiliki warna biru, dengan gambar Tayo di atas meja belajar kayu merek Olympic--yang dibelikan ayah dua bulan kemarin. Sesudahnya, saya bergegas mandi untuk bersihkan badan selesai tiga puluh menit bermain sepeda di seputar rumah. Point Penting Dalam Permainan Togel Ini ialah ketentuan di rumahku, yang dibikin oleh ibu. Dia mengizinkanku bermain, asal jalankan prosedur kesehatan. Satu saran yang sangat jemu kudengar sebetulnya. Tetapi ya ingin bagaimana. Serunya, ibu jadi banyak pekerjaan. Dia membuat keran bikinan, dari ember sisa cat memiliki warna putih yang dilubangi di bagian depan--diletakan di halaman rumahku. Tidak lupa, sabun aroma jeruk nipis bersanding di sebelahnya. Cukup sedikit sedih. Soalnya, saya bertambah senang harum buah apel. Tetapi tidak apa-apa. Tiap pagi, ibu teratur isi sabun dan air bila telah habis. Bila belum habis, ibu masih teratur mengubah air di ember. Tetapi, ibu tidak memberikan tambahan isi sabun. Dua bulan ini, ibu seringkali ...

Sang Petarung Gelombang

Gambar
Situasi pada pagi ini nampak benar-benar cerah hingga membuat hatiku makin senang. Saya berjalan perlahan-lahan telusuri pinggir pantai sekalian nikmati deburan ombak yang bekejar-kejaran. Di seputar pinggiran pantai nampak sebagian orang nelayan bertanding di atas perahu dengan gelombang air yang tinggi untuk menyebarkan jala mengais rejeki ditengah-tengah lautan. Sesaat saya hentikan cara kakiku, memandang ke atas langit yang biru sama warna air laut yang kontras. Point Penting Dalam Permainan Togel "Maaf Pak, ingin membeli kue ini. Semenjak barusan belumlah ada seorang juga beli dagangan saya." Seorang anak nelayan mengagetkan lamunanku lantas mendekati serta tawarkan kue yang dipasarkannya kepadaku. "Oh tidak apa-apa dik, berapakah harga kue yang kamu jual ini?" Saya bertanya kembali lagi harga kue yang dipasarkan anak nelayan itu. "Satu bungkus cuma 5 ribu rupiah saja, Pak." Jawab anak itu. Saya beli tiga bungkus kue yang ditawarkan anak itu. Di benak...

Cerpen: Usai Subuh Sebelum Pukul Tujuh

Gambar
"Abang yakin ada tuyul?" Saya terselak! Tidak berhasil nikmati reguk pertama dari satu gelas kopi. Lelaki yang barusan duduk dihadapku, kaget lihat reaksiku. Mukaku berasa panas. Menunduk. Warung kopi, kembali lagi sepi. Hampir tujuh bulan masuk, saya sudah mengetahui. Marto sering jadi orang pertama yang datang di pangkalan ojek. Sesudah sholat subuh berjamaah di masjid yang pas ada di muka pangkalan, Marto akan menempatkan motor biru tua kepunyaannya pada tempat paling kanan di pinggir jalan raya. Saya sering jadi yang ke-2. Saya akan dibangunkan istri waktu azan subuh, serta akan ke pangkalan, sesudah istriku pulang ke rumah selesai sholat berjamaah. Di masjid yang sama juga dengan Marto. Motorku juga terparkir di posisi ke-2. Point Penting Dalam Permainan Togel Dua minggu sebelum mendaftarkan di pangkalan ojek itu, saya lakukan riset. Ada sebelas anggota masih. 7 orang telah menikah, 2 orang sempat menikah. Seseorang akan menikah, serta satu lagi masih kuliah. 5 orang mem...

Cerpen: Pria Bulan

Gambar
"Kau bukan pecundang, hanya tidak pandai saja dalam pilih musuh," kata Bilam saat Cukisno berkeluh kesah kepadanya. Ini ialah hari-hari mendekati Lebaran. Seperti rutinitas beberapa perantau, Cukisno pulang ke tanah kelahirannya. Melepas kangen yang ketahan pada orangtua, sanak keluarga, serta beberapa temannya di kampung halaman. Point Penting Dalam Permainan Togel Seperti lebaran awalnya, kembalinya Cukisno diterima orangtua serta saudara-saudaranya. Pemuda itu tersenyum getir. Tahun ini semestinya ada seorang wanita yang lain turut menanti kehadirannya. Muka cantik wanita itu akan merona membara waktu dianya terlihat di pintu kehadiran. Selanjutnya lari secepat kuda ke arahnya, serta tanpa ada ragu-ragu memberi pelukan sekuat beruang yang meremukkan badannya. Cukisno ingat akan istri yang tidak berhasil dinikahinya. Semestinya memang romantis semacam itu, jika saja tunangannya tidak minta putus dua bulan sebelum hari pernikahan. Tuturnya, ia tidak percaya tahan jadi istri ...

Tentang Si Piyu

Gambar
"Hajar Bleh, hajar!" hebat seorang mengomporinya 1/2 bercanda. Ia bergerak. Matanya nyalang. Emosinya meletup. "Haaaaah!" teriaknya keras. Kesabarannya hampir hilang. Ia benar-benar murka. "Awas lu!" ancamnya. Tangannya mengacung sepotong bambu. Dua pemuda yang sudah menyepak-nendang barang dagangannya sampai amburadul, kabur masuk keramaian pasar tanpa ada pernah dipentungnya. Ia batal memburunya. Mulutnya yang dower bawaan terus menggerutu untuk melampiaskan kekecewaan. Matanya yang berkaca-kaca digosok dengan punggung tangannya. Point Penting Dalam Permainan Togel Ini kali kesekian ke-2 pemuda pengangguran itu berulah terhadapnya. Umumnya bila dinakali ia condong mewek atau meminta dikasihani sambil memperingatkan jika dianya anak yatim serta jangan terganggu. Tetapi sekarang ia sudah memiliki keberanian untuk bela diri. Sebenarnya ini ialah sinyal jika ia sudah mendewasa. Dapat dibuktikan juga jika ia juga dapat mencari uang dengan berjualan, walau mas...