Cerpen: Usai Subuh Sebelum Pukul Tujuh
"Abang yakin ada tuyul?"
Saya terselak! Tidak berhasil nikmati reguk pertama dari satu gelas kopi. Lelaki yang barusan duduk dihadapku, kaget lihat reaksiku. Mukaku berasa panas. Menunduk. Warung kopi, kembali lagi sepi.
Hampir tujuh bulan masuk, saya sudah mengetahui. Marto sering jadi orang pertama yang datang di pangkalan ojek. Sesudah sholat subuh berjamaah di masjid yang pas ada di muka pangkalan, Marto akan menempatkan motor biru tua kepunyaannya pada tempat paling kanan di pinggir jalan raya.
Saya sering jadi yang ke-2. Saya akan dibangunkan istri waktu azan subuh, serta akan ke pangkalan, sesudah istriku pulang ke rumah selesai sholat berjamaah. Di masjid yang sama juga dengan Marto. Motorku juga terparkir di posisi ke-2.
Dua minggu sebelum mendaftarkan di pangkalan ojek itu, saya lakukan riset. Ada sebelas anggota masih. 7 orang telah menikah, 2 orang sempat menikah. Seseorang akan menikah, serta satu lagi masih kuliah.
5 orang mempunyai motor sendiri. 3 orang masih credit bulanan. 2 orang pinjam motor saudaranya, serta seseorang sewa motor siapapun. Dengan kesepakatan buat dari hasil penghasilan harian. Saya berasa mujur, mempunyai motor sendiri walaupun berumur tua.
Saya lihat, terkecuali Marto, sepuluh orang yang lain akan tiba satu-satu ke pangkalan sesudah jam tujuh. Pada pukul begitu sampai jam delapan, calon penumpang akan tiba serta diantar. Anak sekolah, ibu-ibu yang ke pasar, dan beberapa pegawai mengenakan seragam kantoran.
Waktu yang kuanggap paling produktif itu, perlu dioptimalkan. Sebab ketentuan di pangkalan, tidak dapat pilih-pilih penumpang. Harus taat sesuai dengan antrean. Sebelum pergi, perlu tuliskan sinyal silang di daftar anggota.
Tiap memperoleh sepuluh konsumen setia, semua anggota perlu menyetorkan uang sejumlah lima ribu rupiah untuk kas pangkalan. Uang yang terkumpul dikasih ke anggota, bila didera bencana. Nominalnya sesuai dengan persetujuan semua anggota. Serta, Marto ialah bendahara pangkalan.
Ketentuan perlu menyetor uang lima ribu itu, berlaku start pukul tujuh sampai jam lima sore. Kukira, itu salah satunya fakta Marto, pilih tiba ke pangkalan sesudah solat subuh. Umumnya, ada-ada saja jamaah yang meminta diantarkan ke pasar atau beli sarapan, sebelum pulang ke rumah.
